BERBICARALAH NUSANTARA

Featured

Keharuman Negeri yang tersebutkan dengan Nama “INDONESIA” adalah Warisan tanpa Batas Leluhur Nusantara – Berpuluh Bangsa  dalam satu Negara adalah Penciptaan yang Sempurna untuk anak cucu yang terlahir dalam Naungan Bendera Merah, Kepakan Sayap Burung Garuda dan Tuangan Pemahaman Tepo Seliro Undang-Undang Dasar 1945.

Pengingkaran akan Nilai Budaya dan Nusantara sebagai Negara Kesatuan Republikm Indonesia oleh satu Golongan ataupun oleh siapapun itu, sakarang dan nanti adalah Bentuk PENGHIANATAN, bukan hanya kepada Bangsa, tetapi Pendosa Besar dan Penghianatan Kepada Leluhur. 

Berjanjilah Demi Nusantara untuk selalu Menjadi “Caraka Nusantara”. Bersiaplah, karena “Caraka-Abhiseka” adalah Jiwa-Jiwa Nusantara, Wujud yang diwujudkan oleh Penguasa Kemahakuasaan. Jiwa Bangsa Indonesia ada Pada Lambang Burung Garuda, dan Dasar Negara PANCASILA adalah Kehormatan Bangsa – Harga Mati sebagai Caraka Nusantara.

Menjaganya adalah Kewajiban, bukan karena Keinginan dapatkan Hak РKarenanya Wahai Caraka… CAMKANLAH

Bagian Lain Dalam Terjemahannya

Featured

Relief Kehidupan menepis dalam setiap logika dan akal sehat, inginkan satu yang bersifat atraktif dan dalam ditela’ah oleh akal sehat tetapi selalu termentahkan oleh singgungan yang sering saya sebut dengan dimensi waktu yang secara tidak langsung diakui sebagi sekat dalam menapak keinginan dan pencapaian atas olah pikiran dan logika.

Bilamana dalam satu atau dua bahkan tiga kerangka dan pola dalam mementukan sikap tidak bisa dihentikan oleh yang menurut kita apapun, tetapi dalam Relief kehidupan, semua bisa bahkan dan sangat mungkin berubah. kenapa ? apakah karena kita tidak cermat dalam mentukan apa dan bagaimana pola yang kita siapkan, baik dalam pola rencana atau pola pelaksanaannya, bahkan unsur kekinian pun sudah terangkum bahkan jelas jadi bagian penting dalam satu pola. Terkadang unsur manusiawi juga sudah kita kesampingkan karena penanamannya lebih mengarah kepada rasa tepo seliro dan welas asih (unsur utama rusaknya sebagian bahkan seluruh pola dalam berkehidupan).

ADA BAIKNYA KITA SULUT ROKOK PENAMBAH INSPIRASI DAN TEGUK SECANGKIR KOPI PENUNJANG PIKIRAN

Ketenangan Diri

Perjalanan Cinta

Wahai saudaraku. Dalam setiap harinya, di setiap peristiwa dalam hidup ini, hampir semuanya adalah tentang mengambil sebuah keputusan. Dan setiap keputusan itu akan berdampak baik atau buruk, sementara atau pun selamanya. Bahkan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi keluarga, anak cucu, dan generasi selanjutnya.

Lalu, saat hendak mengambil keputusan, maka hati pun menjadi sebuah medan pertempuran. Ada perasaan ragu-ragu, cemas, dan bingung menyertai. Akibatnya apapun keputusan yang diambil bisa jadi malah bukan untuk sebuah solusi, tapi semakin menambah masalah yang ada. Atau hanya untuk bisa menyenangkan seseorang saja, bukan untuk melakukan hal yang benar. Dan yang semacam ini sebenarnya merugikan, tapi sering tidak disadari atau bahkan diabaikan.

View original post 441 more words

Advertisements

Eksistensi Yang Absolut

Perjalanan Cinta

Wahai saudaraku. Kali ini kita akan membahas tentang Eksistensi. Sebab di dunia ini ada yang bersifat nyata dan ilusi, ada yang tampak dan goib. Namun begitu, apa yang disebut dengan Eksistensi Yang Absolut adalah berbeda dan tidak dipengaruhi oleh semuanya itu. Ia selalu mandiri dan bahkan menjadi penentu dari segalanya. Dia pun bukanlah makhluk atau ciptaan, bukan pula hanya sebatas anggapan dan identitas, tetapi yang menyebabkan semuanya ada dan tiada.

View original post 506 more words

Diriku Masih Bukanlah Aku

Perjalanan Cinta

Bersama cahayamu aku merasakan tersinari.
Bersama keindahanmu aku belajar mencintai.
Kau selalu hadir di dalam akal dan pikiranku.
Kau senantiasa menari-nari di hatiku,
Dan aku terkadang ikut pula menari-nari bersamamu.
Hakekat inilah yang pada akhirnya menjadi inti kebahagiaanku.

View original post 119 more words

Kesadaran Universal

Perjalanan Cinta

Wahai saudaraku. Jika kita mengamati kondisi dunia saat ini, maka sebagian besar Manusianya telah menunjukkan bukti-bukti bahwa tindakannya jauh dari apa yang disebut dengan Manusia sejati. Mereka semakin membuat jarak di antara sesamanya, begitu pula dengan Yang Menciptakannya; Tuhan. Kebenaran agama tidak lagi dijadikan sebagai jalan untuk menemukan kesadaran diri, malah sebaliknya dijadikan sebagai alat pembuat sekat dan legitimasi akan segala bentuk keserakahan, kebencian, dan kesombongannya.

Dan sebenarnya mereka yang hidup di zaman ini bukanlah orang-orang bodoh. Mereka adalah generasi yang pintar, hanya saja tanpa kesadaran dirinya justru hidup dalam rasa khawatir, bingung, dan kejahiliyahan. Mereka diperdaya oleh kepintaran dan pencapaian duniawinya saja. Sehingga lupa bahwa ketinggian ilmu dan peradaban itu jika tanpa disertai dengan kesadaran diri akan membuatnya terjerumus dalam kegelapan. Mereka akan hidup seperti mayat (zombie), tanpa arah tujuan karena tak ada lagi esensinya. Dan hal ini akan berujung pada kehancuran.

View original post 1,817 more words

Sepasang Kekasih

Perjalanan Cinta

Dengan sepenuh hati dan jiwa,
Dengan mencintai setulusnya,
Maka tak ada perpisahan bagi sepasang kekasih.
Dan perpisahan itu sesungguhnya hanya bagi yang mencintai dengan matanya saja.
Hanya untuk yang melihat apa yang terlihat saja.
Tidak untuk mereka yang memiliki cinta sejati.

View original post 126 more words