https://begawantung.blogspot.com

ALAM SEMESTA MENURUT LELUHUR NUSANTARA KUNO DAN SAIN

Sebelum ada apa apa di alam semesta, yang ada adalah kegelapan total. Para leluhur Nusantara Kuno menyebutnya sebagai “bayinat kang peteng” dan sebagai “Guwo garbo” (rahim) semesta. Dari keberadaanNYA akan muncul segala keberadaan dengan segala bentuk dan wujudnya.

Dari realitas kegelapan total itu memancar energy yang tidak kelihatan, bergetar dan berdengung. Para leluhur Nusantara Kuno , menyebut bunyi getaran itu bagaikan suara lebah dengan istilah “Tawon Gumono” (Suara lebah dari sekumpulan lebah). Para fisikawan menyebutnya sebagai getaran dengan pola ” Fibonacci”.

Realitas kegelapan total yang berdengung bagaikan Tawon Gumono itu juga dikenal sebagai “Ndog Pangamun amun” atau telur imajiner. Mengambarkan realitas ini sebagai telur, dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa dari sanalah akan lahir keberadaan alam semesta. Dikatakan sebagai imajiner (pangamun amun) karena telur itu sesunggahnya tidak ada, hanya istilah saja.

Dari getaran yang bagaikan Tawon gumono itu terciptalah RwaBhineda, atau Polaritas yang merupakan cikal bakal penciptaan.

Untuk membayangkan bagaimana polaritas bisa dianggap sebagai cikal bakal penciptaan adalah anda bisa membayangkan antara dua hal yang berlawanan.

Tinggi bisa dikenali karena ada yang rendah, jauh dkenali karena ada yang dekat. Tanpa polaritas anda tidak akan bisa mengenali keberadaan. Tapa polaritas tidak akan ada sesuatu pun yang bisa kita kenali.

Dari polaritas itu, yang muncul akibat getaran “ada dan tiada” yang berdengung bagaikan suara sekelompok lebah yang berdengung, terciptalah materi yang sederhana hingga kompleks.

Proses mengada ini terjadi secara terus menerus. Para leluhur Nusantara Kuno mengatakan bahwa “Kang Gusti Cinanthen Tuwuh (apa yang telah ditetapkan Gusti akan terus bertumbuh). Proses mengada, menjadi, berubah dan bertumbuh di alam semesta tidak pernah berhenti.

SEMESTA MENURUT SAIN DAN LELUHUR NUSANTARA KUNO

Proses terjadinya alam semesta menurut para leluhur Nusantara selaras dengan Sain modern. Sain modern juga mengungkapkan adanya Dark Energy, Dark Matter dan ordinary matter.

Realitas kegelapan total yang dikenal sebagai “Bayinat kang peteng”, oleh sain modern dikenal sebagai Dark Energy.

Dark energy adalah energy yang mengalir dan mengisi seluruh keberadaan alam semesta. Albert Einstein mengatakan bahwa sesungguhnya angkasa yang kosong bukan berarti tidak ada apa apanya. Angkasa memiliki alat untuk mengatur segala perkembangan yang terjadi di semesta dan terbentuknya seluruh materi. Perangkat itu dikenal sebagai Dark Energy.

Bergetarnya “bayinat kang peteng” menghasilkan polaritas sehigga tercipta Dark Matter”. Dark Matter adalah materi yang tidak kelihatan. Materi yang tidak terdeteksi dari radiasi yang dipancarkanya. Tetapi Dark Matter bisa dikenali dari efek gravitasinya.

Dark matter berfungsi untuk manjaga ordinary matter (Materi biasa) agar tetap pada orbitnya. Dengan kata lain, dark matter menjaga stabilitas alam semesta. Menjaga agar materi tetap pada bentuknya.

Dalam proses penciptaan seluruh semesta, Bayinat kang peteng. Yang kemudian disebut sebagai Ndog pangamun amun bergetar, antara “ada dan tiada” dengan pola yang dikenal sebagai POLA FIBONACI. Para leluhur Nusantara Kuno menyebutnya sebagai suara GEMBREMENG (berdengung) baigakan suara “Tawon Gumono”.

Pola Fibonacci adalah perhitungan yang muncul dari pola alam semesta. Pola Fibonacci mempengaruhi berbagai bentuk yang indah seperti struktur dedaunan, kelopak bunga, struktur cangkang kerang, keong, tubuh manusia, dll.

Para leluhur Nsantara Kuno menyebut bunyi suara kosmis yang “gemrengeng koyo tawon gumono” (bedengung seperti suara sekumpilan lebah) dengan kata “HONG”. Pada tradisi lain mungkin dikenal sebagai Aum atau Om.

Kemudian mereka menggunakan suara kosmis itu dalam meditasinya untuk “bersatu dengan SEMESTA”. HONG….

Hong Wilaheng Sekaring Bawono Langgeng

Hong : Kesatuan
Wilaheng : Keterpisahan
Sekaring: Keindahan ( Sekar = bunga melambangkan keindahan)
Bawono ( Jagad)
Langgeng ( Abadi).

Begawan Tung
Begawantung.blogspot.com

Advertisements