Siapa kita?

Perjalanan Cinta

Wahai saudaraku. Jiwa yang bersemayam di dalam jasadmu memanglah abadi. Tetapi kehidupan duniawi yang harus ia jalani tak seberapa lama, cuma sementara saja. Kau dan jiwamu adalah satu dan harus bertanggungjawab atas apapun yang di lakukan kemarin, kini, dan nanti. Besar kecil nilainya akan dibalas dengan yang setimpal. Tak ada pilih kasih disini, karena semuanya tetap sama di hadapan Sang Maha Pencipta.

Lantas, siapakah diri kita ini?

View original post 600 more words

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s