Belajar Bersyukur dan Melihat Kebaikan di Balik Setiap Situasi

rawanda.blog

Photo from Pixabay

Hidup sederhana dan menjalankan kebajikan itu bukan teori belaka. Saya beruntung menyaksikan contoh nyata di lingkungan keluarga terdekat saya. Jauh sebelum saya belajar tentang psikologi, filsafat serta agama, ayah saya Johanes Albert Tuturoong (22 Februari 1942 – 3 November 2010) telah menjalani kehidupan yang sederhana. Sampai akhir hayatnya.

Sepengetahuan saya, ia tidak pernah belajar filsafat secara formal. Tapi, tiga prinsip yang ia terapkan dalam hidupnya adalah: menjunjung tinggi etika, selalu bersyukur dengan melihat kebaikan di balik setiap situasi, dan mengoptimalkan peluang apapun yang tersedia di hadapannya.

Mirip betul dengan Stoikisme, yang diperkenalkan para bijak seperti Marcus Aurelius, Seneca dan Epictetus, ribuan tahun yang lampau. Dichotomy of control atau pemilahan kendali – yaitu hanya fokus pada hal-hal yang mungkin kita kendalikan dan tak perlu pusing dengan hasil yang tak bisa kita kendalikan – benar-benar dipraktekkannya.

Mengawali karir sebagai guru, ia pensiun sebagai bankir profesional di tahun 1997…

View original post 1,398 more words