Belajar dari Keluarga Medici: Bagaimana Menciptakan Lingkungan yang Progresif?

rawanda.blog

Photo bay David Mark from Pixabay

Lingkungan membentuk kita menjadi “ahli” dalam segala hal. Negatif maupun positif. Jagoan atau bajingan.

Sewaktu mendekam di Rumah Tahanan Salemba karena “kenakalan mahasiswa” di masa Orde Baru, saya perhatikan, seorang maling bisa naik kelas menjadi perampok, karena mendapatkan mentor di lingkungan penjara. Ketika kelak dia tertangkap lagi, selain tatonya bertambah banyak, pasal yang dilanggar bukan lagi 362 atau 363 KUHP, tapi sudah jadi 365 KUHP. Statusnya sudah lebih terhormat…

Di lingkungan penjara tentu saja.

Hal yang saya anggap paling berharga di dunia kampus sesungguhnya adalah lingkungan yang mendorong kami untuk belajar berbagai macam pengetahuan dan skill serta mengembangkan jaringan. Dari seorang introvert yang terlalu gugup untuk menyampaikan pendapat di depan kelas sewaktu SMA, saya dipaksa para senior untuk jadi moderator dan bahkan pembicara dalam berbagai kegiatan mahasiswa.

Catalin Matei dalam artikel “How The Environment Shapes Us” berpandangan bahwa lingkungan bahkan berpengaruh lebih besar pada…

View original post 1,011 more words