Covid-19 dan Bagaimana Seharusnya Menghadapi Ketakutan

rawanda.blog

Pic by Gerd Altmann from Pixabay

Wabah sedang menuju Damaskus dan melewati suatu kafilah di padang gurun.

“Mau ke mana, begitu tergesa-gesa?” tanya kepala kafilah.

“Ke Damaskus. Saya mau merenggut seribu nyawa.”

Sekembalinya dari Damaskus, Wabah itu bertemu lagi dengan kafilah itu. Kepala kafilah berkata, “Engkau merenggut 50.000 nyawa, bukan hanya 1.000.”

“Tidak” kata Wabah. “Saya hanya mengambil seribu. Yang lain disebabkan oleh ketakutan.”

(Dikutip dari “Doa Sang Katak 2, Meditasi dengan Cerita”, karya Anthony de Mello, SJ, Penerbit Kanisius, 1990)

Apa yang kita lihat sebagai dampak dari ketakutan akibat Covid-19 akhir-akhir ini mirip dengan parabel tentang “Wabah” di atas. Bedanya, korban jiwanya tidak berlipat ganda sebagaimana di Damaskus. Tapi dampak ekonomi yang terjadi saat ini, jika terus berlanjut, bisa berakhir fatal.

Seperti diberitakan The Guardian, wabah Covid-19 telah menyebabkan pembalikan tercepat pasar saham sejak Great Depression tahun 1933. Wall Street terjungkal dari rekor tertinggi ke titik terendah sejak…

View original post 1,812 more words