Qona’ah : Nrimo ing Pandum

Perjalanan Cinta

Wahai saudaraku. Hari demi hari terus berlalu, dan waktu yang bergulir tetap beranjak sesuai dengan semestinya. Selama ini apakah kita masih rutin mengoreksi diri sendiri, tentang apa yang sudah di lakukan? Dalam hal ini apakah kita sudah mengerti betul tentang sikap yang bisa menerima apa adanya dari Tuhan? atau dalam istilah-falsafah Jawa disebut dengan Nrimo ing pandum. Karena sikap ini bisa menjadi kunci dalam meraih kemuliaan.

View original post 679 more words

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s