About Abhiseka Ceraka Nusantara

Belajar Duduk Tanpa Tunjukkan Tampang apalagi Sampai Harus Jual Tampang. Dan Tidak Mau Belajar Jual Tampang karena Akibatnya Pasti Rebutan Tempat Duduk

Mulsyar : Dunia Para Naye, Sinu dan Vali

Perjalanan Cinta

Wahai saudaraku. Sudah lama sekali rasanya ingin menyampaikan hal-hal yang tidak biasa. Mengapa begitu? Karena apa yang kami ceritakan disini tidak lagi berlangsung di Bumi ini, bahkan tidak juga di Alam Semesta kita. Dan tak bisa dipungkiri bahwasannya ada banyak Dimensi dan Alam Semesta lainnya selain tempat keberadaan kita ini. Semuanya merupakan satu ketetapan dari setiap kehendak-Nya. Tak ada yang bisa menolaknya, meskipun ada saja yang tetap berusaha menafikannya.

Karena itu, sebelum engkau membaca lebih jauh isi dari tulisan ini, bukalah dulu cakrawala hati dan pikiranmu seluas mungkin. Lepaskan ikatan yang membelenggu selama ini (doktrin, dogma) agar mampu menerima apa saja yang disampaikan kali ini. Persiapkan dirimu dengan banyak wawasan yang tidak biasa (anti mainstream). Jika tidak, maka sebaiknya jangan dilanjutkan membacanya. Itu tidak baik untukmu, karena engkau nanti hanya akan mencela dan menolaknya.

View original post 7,650 more words

Why the Dollar Has Never Been Stronger or More Set Up to Fail – CoinDesk

https://www.coindesk.com/why-the-dollar-has-never-been-stronger-or-more-set-up-to-fail

Dunia Selepas Virus Corona

STAR GLAM MAGAZINE

oleh Yuval Noah Harari

Diterjemahkan dari Yuval Noah Harari: the world after coronavirus

Penerjemah: Prima Sulistya

f9f89970-6a11-11ea-a6ac-9122541af204(Photo: Ft.com/© Graziano Panfili)

Umat manusia kini menghadapi krisis global. Bisa jadi krisis terbesar di generasi kita. Keputusan individu dan para pemerintah beberapa minggu ke depan mungkin akan membentuk bagaimana dunia di tahun-tahun mendatang. Mereka akan membentuk bukan hanya sistem kesehatan kita, melainkan juga ekonomi, politik, dan budaya kita. Kita harus bertindak cepat dan yakin. Kita juga harus menimbang akibat jangka panjang dari tindakan saat ini. Ketika memilih jalan keluar yang mana, kita harus bertanya ke diri sendiri bukan hanya bagaimana ancaman saat ini, melainkan juga dunia macam apa yang ingin kita huni selepas badai ini berlalu. Ya, badai pasti berlalu, umat manusia akan bertahan, sebagian besar dari kita akan tetap hidup—tapi kita akan tinggal dunia yang telah berbeda.

Akan ada langkah mengatasi kedaruratan yang menjadi bekal hidup selanjutnya. Itulah watak kedaruratan. Mereka mempercepat…

View original post 2,336 more words

Belajar Bersyukur dan Melihat Kebaikan di Balik Setiap Situasi

rawanda.blog

Photo from Pixabay

Hidup sederhana dan menjalankan kebajikan itu bukan teori belaka. Saya beruntung menyaksikan contoh nyata di lingkungan keluarga terdekat saya. Jauh sebelum saya belajar tentang psikologi, filsafat serta agama, ayah saya Johanes Albert Tuturoong (22 Februari 1942 – 3 November 2010) telah menjalani kehidupan yang sederhana. Sampai akhir hayatnya.

Sepengetahuan saya, ia tidak pernah belajar filsafat secara formal. Tapi, tiga prinsip yang ia terapkan dalam hidupnya adalah: menjunjung tinggi etika, selalu bersyukur dengan melihat kebaikan di balik setiap situasi, dan mengoptimalkan peluang apapun yang tersedia di hadapannya.

Mirip betul dengan Stoikisme, yang diperkenalkan para bijak seperti Marcus Aurelius, Seneca dan Epictetus, ribuan tahun yang lampau. Dichotomy of control atau pemilahan kendali – yaitu hanya fokus pada hal-hal yang mungkin kita kendalikan dan tak perlu pusing dengan hasil yang tak bisa kita kendalikan – benar-benar dipraktekkannya.

Mengawali karir sebagai guru, ia pensiun sebagai bankir profesional di tahun 1997…

View original post 1,398 more words

Strategi Paling Jitu Meningkatkan Mutu Demokrasi adalah Memperluas Penggunaan Ilmu Pengetahuan

rawanda.blog

Photo by Johnhain from Pixabay

Ada sebuah riset menarik yang dilakukan Profesor David Dunning, psikolog dari Cornell University beberapa tahun lalu. Ia menunjukkan bahwa orang-orang yang tidak kompeten pada dasarnya tak mampu menilai kompetensi orang lain atau kualitas dari ide-ide orang lain.

Menurut Profesor Dunning, “Ide-ide yang sangat cemerlang akan sulit untuk diterima banyak orang, sebab umumnya publik tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui betapa baik sebuah gagasan.”

Kaitkan hal ini dengan demokrasi pada hari ini, maka kita akan menjadi maklum menyaksikan betapa proses politik, di berbagai tempat, belum dapat menghasilkan para pemimpin yang mampu menciptakan perdamaian dunia.

Lebih jauh, Profesor Dunning dan koleganya, Profesor Justin Kruger, menyimpulkan bahwa kebanyakan orang menganggap kemampuan intelektualnya berada di atas rata-rata. Hal ini mereka temukan ketika menguji kemampuan sejumlah orang dalam menilai kelucuan sebuah humor, ketepatan tata bahasa dan bahkan kehandalannya bermain catur.

Bahkan, orang-orang yang kemampuannya di level paling bawah pun menganggap…

View original post 313 more words