Kebebasan Diri

Perjalanan Cinta

Wahai saudaraku. Siapakah yang hidup di dunia ini yang tak menginginkan kebebasan? Siapa yang tidak suka dengan hal itu? Tentulah semuanya mau, hanya saja masalahnya apakah seseorang itu sudah benar-benar merasakan kebebasan dalam hidupnya. Atau justru sebenarnya ia tak pernah merasakan kebebasan meskipun tidak hidup dalam masa penjajahan. Dan sesungguhnya kebebasan itu tidak hanya sekedar pemberian dari Sang Pencipta, tetapi lebih kepada pencapaian yang harus diraih oleh setiap pribadi dalam hidupnya.

View original post 895 more words

Jangan Bersedih

Perjalanan Cinta

“Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman” (QS. Al-Hijr: 88)

View original post 1,157 more words

Kesucian Politik: Agama dan Politik Di Tengah Krisis Kemanusiaan

Perjalanan Cinta

Penulis: P. Mutiara Andalas, SJ; Penerbit: Libri

Bulan Mei merupakan bulan yang bersejarah bagi rakyat Indonesia. Sejarah yang “cerah” dan sejarah yang “kelam”. Sejarah yang cerah mengimplikasikan suatu momentum historis yang membawa rakyat Indonesia ke suatu paradigma kebangsaan yang baru – sebuah cara pandang bermartabat terhadap nasionnya sendiri. Itulah yang kemudian kita peringati sebagai momentum kebangkitan nasional setiap 20 Mei. Tahun 2008 momentum kebangkitan nasional diperingati dalam kurun 100 tahun (1908-2008).

View original post 660 more words

Sang Pengembara Cahaya

Perjalanan Cinta

Wahai saudaraku. Izinkanlah diri ini untuk menyampaikan bahwa ada sosok yang tidak sekedar menjalani kehidupan, karena ia telah berjalan penuh di atas kehidupan ini. Apa yang dilakukannya adalah untuk menggapai dan menyampaikan. Misinya adalah mengingatkan, visinya adalah keharmonisan. Dan ia terus mengembara secara lahir maupun batinnya. Dengan tujuan yang jelas, maka ia takkan peduli terhadap anggapan orang lain kepadanya, bahkan tentang tuduhan dan hinaan mereka. Dan ia pun takkan segan untuk meninggalkan apa yang dimiliki, apa yang dicintai. Semuanya demi menemui Sumber Cahaya yang selalu dirindukannya.

View original post 647 more words

Siapa kita?

Perjalanan Cinta

Wahai saudaraku. Jiwa yang bersemayam di dalam jasadmu memanglah abadi. Tetapi kehidupan duniawi yang harus ia jalani tak seberapa lama, cuma sementara saja. Kau dan jiwamu adalah satu dan harus bertanggungjawab atas apapun yang di lakukan kemarin, kini, dan nanti. Besar kecil nilainya akan dibalas dengan yang setimpal. Tak ada pilih kasih disini, karena semuanya tetap sama di hadapan Sang Maha Pencipta.

Lantas, siapakah diri kita ini?

View original post 600 more words