Ketenangan Diri

Perjalanan Cinta

Wahai saudaraku. Dalam setiap harinya, di setiap peristiwa dalam hidup ini, hampir semuanya adalah tentang mengambil sebuah keputusan. Dan setiap keputusan itu akan berdampak baik atau buruk, sementara atau pun selamanya. Bahkan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi keluarga, anak cucu, dan generasi selanjutnya.

Lalu, saat hendak mengambil keputusan, maka hati pun menjadi sebuah medan pertempuran. Ada perasaan ragu-ragu, cemas, dan bingung menyertai. Akibatnya apapun keputusan yang diambil bisa jadi malah bukan untuk sebuah solusi, tapi semakin menambah masalah yang ada. Atau hanya untuk bisa menyenangkan seseorang saja, bukan untuk melakukan hal yang benar. Dan yang semacam ini sebenarnya merugikan, tapi sering tidak disadari atau bahkan diabaikan.

View original post 441 more words

Advertisements

Eksistensi Yang Absolut

Perjalanan Cinta

Wahai saudaraku. Kali ini kita akan membahas tentang Eksistensi. Sebab di dunia ini ada yang bersifat nyata dan ilusi, ada yang tampak dan goib. Namun begitu, apa yang disebut dengan Eksistensi Yang Absolut adalah berbeda dan tidak dipengaruhi oleh semuanya itu. Ia selalu mandiri dan bahkan menjadi penentu dari segalanya. Dia pun bukanlah makhluk atau ciptaan, bukan pula hanya sebatas anggapan dan identitas, tetapi yang menyebabkan semuanya ada dan tiada.

View original post 506 more words

Diriku Masih Bukanlah Aku

Perjalanan Cinta

Bersama cahayamu aku merasakan tersinari.
Bersama keindahanmu aku belajar mencintai.
Kau selalu hadir di dalam akal dan pikiranku.
Kau senantiasa menari-nari di hatiku,
Dan aku terkadang ikut pula menari-nari bersamamu.
Hakekat inilah yang pada akhirnya menjadi inti kebahagiaanku.

View original post 119 more words

Kesadaran Universal

Perjalanan Cinta

Wahai saudaraku. Jika kita mengamati kondisi dunia saat ini, maka sebagian besar Manusianya telah menunjukkan bukti-bukti bahwa tindakannya jauh dari apa yang disebut dengan Manusia sejati. Mereka semakin membuat jarak di antara sesamanya, begitu pula dengan Yang Menciptakannya; Tuhan. Kebenaran agama tidak lagi dijadikan sebagai jalan untuk menemukan kesadaran diri, malah sebaliknya dijadikan sebagai alat pembuat sekat dan legitimasi akan segala bentuk keserakahan, kebencian, dan kesombongannya.

Dan sebenarnya mereka yang hidup di zaman ini bukanlah orang-orang bodoh. Mereka adalah generasi yang pintar, hanya saja tanpa kesadaran dirinya justru hidup dalam rasa khawatir, bingung, dan kejahiliyahan. Mereka diperdaya oleh kepintaran dan pencapaian duniawinya saja. Sehingga lupa bahwa ketinggian ilmu dan peradaban itu jika tanpa disertai dengan kesadaran diri akan membuatnya terjerumus dalam kegelapan. Mereka akan hidup seperti mayat (zombie), tanpa arah tujuan karena tak ada lagi esensinya. Dan hal ini akan berujung pada kehancuran.

View original post 1,817 more words

Sepasang Kekasih

Perjalanan Cinta

Dengan sepenuh hati dan jiwa,
Dengan mencintai setulusnya,
Maka tak ada perpisahan bagi sepasang kekasih.
Dan perpisahan itu sesungguhnya hanya bagi yang mencintai dengan matanya saja.
Hanya untuk yang melihat apa yang terlihat saja.
Tidak untuk mereka yang memiliki cinta sejati.

View original post 126 more words