Mengurai Waktu Mencapai Nikmat Akherat

Budaya dan Keanekaragaman tanpa batas dan bingkai yang tertera dalam tautan Dogma dan tersebutkan sebagai Agama, ibaratkan lukisan sang maestro dipajang tanpa bingkai dan masih tertutup kain. Menunggu saat dan kepastian yang tepat dalam kurun waktu yang belun juga terurai akan kemurnian jiwa manusia sebagai mahluk yang memiliki akal dan kepekaan dalam muatan daya pikr dan olah rasa.

Saat memulai semua adalah bagian dari rencana yang tidak jelas akan menguntungkan dan entah apa pengaruhnya dalam hidup. 
Namun demikian, semua mulai berjalan hanya rasa syukur yang selalu terucap sebagia ketidakseimbangan berharga bagi semua orang. 
Begitupula saya kepada anda dan semau orang. kaitan dengan realita dan kemurnian dalam kandungann rasa. seharusnya tidak perlu terucapkan karena kebanggaan akan hak adalah sebuah kewajiban tanpa standar ukur yang jelas dan pantas. ya sumir dan semu karenanya adakah kata lain selain 
"TERIMAKASIH" universal dan causa. 
Advertisements